Panduan Content Security Policy (CSP): Lindungi Website Anda
Serangan Cross-Site Scripting (XSS) tetap menjadi salah satu kerentanan Web yang paling umum, secara konsisten masuk dalam OWASP Top 10. Meskipun sudah ada kesadaran keamanan selama puluhan tahun, serangan XSS masih mengkompromikan website karena pertahanan tradisional seperti validasi input dan output encoding tidaklah sempurna. Content Security Policy (CSP) menyediakan lapisan pertahanan tambahan yang kuat dengan memberi tahu browser sumber daya mana yang diizinkan untuk dimuat dan dieksekusi di halaman. Dikonfigurasi dengan benar, CSP dapat sepenuhnya menetralisir serangan XSS dengan memblokir eksekusi skrip yang tidak sah. Panduan ini mencakup semuanya mulai dari memahami direktif hingga membangun dan menerapkan kebijakan siap produksi.
Apa itu Content Security Policy?
Content Security Policy adalah header respons HTTP (atau meta tag) yang memungkinkan operator website mendeklarasikan sumber konten yang disetujui yang dapat dimuat oleh browser. Ini beroperasi sebagai whitelist: sumber daya apa pun yang tidak secara eksplisit diizinkan oleh kebijakan akan diblokir. Mekanisme ini mencegah penyerang menyuntikkan skrip, gaya, atau sumber daya berbahaya lainnya ke halaman Anda, bahkan jika mereka menemukan cara untuk menyisipkan HTML ke dalam aplikasi Anda.